Sabtu, 01 Juni 2019

Naskah Khutbah Idul Fitri

AL-HUSNA ASSANUSI BOJONG RANGDU CIMARGA

KHUTBAH IDUL FITRI


اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي شَرَعَ لِعِبَادِهِ عِيْدًا يَذْكُرُوْنَهُ فِيْهِ، وَيَشْكُرُوْنَهُ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ يَسْتَوِي عِنْدَهُ مَا فِيْ سِرِّ الْعَبْدِ وَإِعْلاَنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ اللهُ بِالْحَقِّ وَتِبْيَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ، أَمَّا بَعْدُ   فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Mengawali khutbah kali ini, terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan hidayah dan karuniaNya, sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan jama’ah solat idul fitri, setelah sebulan lamanya kita ditempa, dilatih dan diuji untuk melaknsanakn ibadah puasa. Sholawat dan salam semoga  senantiasa dilimpahkan kepada baginda kita nabi besar Muhammad saw, juga atas keluarganya, sahabatnya, serta seluruh kaum muslimin yang setia mengikuti ajarannya dari hari ini hingga hari kebangkitan nanti.
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah
Lantunan suara Takbir, tahlil dan tahmid yang terus menerus menggema sejak terbenamnya matahari kemarin sore hingga pagi hari ini, merupakan satu ungkapan kemenangan dari sebuah perjuangan yang begitu berat yaitu perjuangan melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang senantiasa merongrong dan menghambat kita dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt, hawa nafsu yang setiap saat ingin merusak hubungan antara kita dengan Allah juga hubungan diantara kita sesama makhlukNya. Allah memilih bulan romadon dari 12 bulan sebagai bulan tarbiyah atau pembelajaran bagi kita orang yang beriman untuk bagaimana mengendalikan serta menjinakkan hawa nafsu agar kita tidak terperosok ke dalam jurang kenistaan.
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah
Setelah sebulan lamanya kita dibina, digodog serta digembleng disebuah kawah candradimuka yang bernama Romadon untuk kemudian lahir menjadi sosok pribadi yang muttaqin dalam kehidupan sehari-harinya didalam maupun diluar bulan ramadhon, pribadi muttaqin ini  dilukiskan dalam surat ali imran sebagai orang-orang yang selalu memberi dikala susah maupun dikala lapang dan senang, mampu menahan hawa nafsu amarahnya dan selalu memberi maaf kepada manusia yang berbuat salah kepadanya. Dan selalu ingat kepada Allah dan segera bertaubat tidak mengulangi perbuatan yang keji dan berhenti menganiaya atau merugikan diri sendiri dan terlebih orang lain.
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah



Disadari atau tidak Selama sebelas bulan lamanya sering kali kita disibukan dengan segala macam aktifitas keduniawian yang terkadang menghanyutkan kita ke dalam sebuah lautan fatamorgana, ditambah lagi dengan serangan-serangan virus globalisasi baik melalui media cetak apalagi media elektronik yang sudah sangat akrab dengan kehidupan kita tidak bisa terbendung lagi.  Benteng-benteng Iman sudah banyak yang roboh bahkan hancur oleh keganasan era digital yang disebar lewat dunia virtual atau dunia maya yang mewabah disekitar kita bak jamur di musim hujan sehingga hidup seperti tidak terkendali, tidak bisa lagi memilah dan memilih mana yang halal, mana yang haram, mana yang hak, mana yang batil, mana berita benar, mana berita bohong atau Hoax. diri kita sudah banyak yang terlena sampai lupa kepada Allah, serta ajaran Rosulullah yang menenkankan  kasih sayang dan perdamaian diantara sesama. maka tidak heran kemudian semakin marak kasus kasus kriminal, kecurigaan kecurigaan yang mengarah kepada fitnah dan adu domba diantara kita sebagai Umat Islam atau sebagi Anak Bangsa bahkan yang lebih miris tindakan sadisme berupa pemboman di salah satu rumah ibadah di kota surabaya sebelum bulan puasa kemarin, tragisnya kejadian itu dilakukan oleh satu keluarga yang didalamnya ada anak yang turut menjadi korban ke jahilan orang tuanya. hal itu disebabkan karena mengikuti hawa nafsu sehingga salah dalam memahami ajaran Allah dan Rasul-Nya
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah
Pada bulan romadon kemarin sesungguhnya kita dituntut untuk banyak berintrospeksi serta berkontemplasi dengan merefleksikan makna yang terkandung dari ibadah puasa , maka sesungguhnya puasa romadhon merupakan sarana latihan yang paling efektif untuk menahan serta mengendalikan hawa nafsu baik yang bersifat lahiriah maupun batiniyah. Dan dibulan romadon itulah kita sangat dianjurkan dan membiasakan untuk melakukan amalan amalan yang baik atau sholih seperti memperbanyak bersedekah, membaca alquran, beri’tikaf, qiyamullail, memperbanyak istighfar dan yang lainnya karena hanya pada bulan romadon lah segala amal ibadah dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Maka sesungguhnya Seorang muslim yang benar-benar meresapi makna dan hakikat romadon, akan senantiasa memelihara serta melestarikan kebiasan-kebiasaan baik itu. Sehingga ia menyadari,bahwa esensi nilai ketakwaan sudah seharusnya terus dipelihara hingga 11 bulan berikutnya setelah romadon, bahkan setiap saat sepanjang hayat masih dikandung badan. Ia akan tetap istiqomah untuk  berusaha menjadi pribadi yang sholih, baik terhadap Tuhan-Nya, terhadap sesama, bahkan terhadap makhluk-makhluk Allah yang lain. Hal ini telah diisyarat kan oleh Imam Muhammad Bin Abdulloh Bin Malik al-andalusi yang mengilustrasikan sosok pribadi istiqomah itu dengan istilah isim domir muttasil lafadz نا (yang domir munfasilnya lafadz نحن) dia akan tetap نا meskipun dimasuki oleh amil rofa’, nasob, atau jar Seperti ungkapan اعْرِفْ بِنَا فَإِنَّنَا نِلْنَا اْلمِنَاح seperti yang dijelaskan dalam kitab Alfiyah lirrof’i wan nasbi wa jarrin na solah ka’rif bina fainna nilal minah
Makna hikmahnya adalah, jadilah seperti dhamir muttashil -na yang teguh pendirian dan istiqomah meski dalam keadaan serta situasi apa pun. Tidak terpengaruh oleh perubahan dan pengaruh aliran-aliran atau pemahaman pemahaman yang salah lagi sesat.
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah
Hari raya idul fitri yang kita rayakan sekarang ini adalah momentumnya untuk kita saling memaafkan atas segala khilaf dan salah, maka marilah pada hari ini, detik ini kita selesaikan urusan-urusan kita dengan sesama manusia karena manusia tidak dapat bebas dari kesalahan dan kekhilafan kepada sesamanya. Terkadang kita menyebut-nyebut atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati, terkadang kita mempunyai rasa iri dan dengki terhadap sesama muslim, terutama dalam pergaulan hidup bertetangga, terkadang pula kita menggunjing dan membicarakan orang lain yang tidak disukai oleh orang yang kita bicarakan. Oleh karena itu marilah kita meminta ma’af, minta dihalalkan kepada saudara kita, dari segala kesalahan dan kekhilafan, lahir dan batin. Dan marilah kita berusaha untuk tidak lagi bertindak yang menyakitkan hati, membuka aib dan menggunjing sesama muslim. Karena Rosulullah Saw, telah memperingatkan kepada kita semua untuk hati hati jangan sampai kita termsuk orang yang Muflis atau bangkrut yang dijelaskan oleh Rasulullah sebagai orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan solat, zakat dan puasa tapi tidak membekas bahkan terkuras habis pahala ibadahnya dilimpahkan kepada orang yang didzoliminya atau yang disakitinya sehingga akhirnya dia dilemparkan kedalam api neraka. Na’udzubillah summa na’udzu billah min dzalik.
Hadirin kaum muslimin rokhimakumullah
pada akhirnya marilah kita gunakan momen penting idul fitri ini di mana diantara kita mungkin ada yang pulang kampong dari perjalanan jauh dari perantauannya,atau mungkin ada yang sekian lama belum bertegur sapa sebagai momentum saling bermaaf-maafan dan silaturahim.sebagai wujud pengagungan kepada Allah serta wujud syukur kita kepada Allah yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari noda dan dosa diantara sesama, semoga Allah Swt senantiasa memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua sehingga kita tergolong kepada Hamba hamba Nya yang muttaqin…amiiiin ya robbal alamin.

  

BROSUR AL-HUSNA


PROPOSAL CLASS MEETING SON

  Pengertian Proposal Kegiatan Telah disebutkan di awal, proposal kegiatan adalah rencana yang dituliskan ke dalam sebuah rancangan kerja....